19 November 2008

Singapore

Filed under: Jalan-jalan

Papa dapat tugas ke Singapore tgl. 12-16 November 2008, ya udah, kata papa kita semua diajak aja. Hampir semua tempat telah kami kunjungi, dan semua ditempuh dengan naik MRT, bis (tingkat) maupun berjalan kaki. Singapore adalah kota yang sangat tertib dan semua berjalan serba cepat, termasuk eskalatornya sekalipun. Kami menginap di dua tempat, yaitu Orchard Grand Court & Orchard Parksuites. Tujuan lain ke Singapore adalah menjenguk Uwa Amanda & Prima yg kebetulan bekerja di Singapore. Selain kedisiplinan dan kebersihan, ternyata membuat Amanda & Prima semakin terpacu untuk mempelajari Bahasa Inggris secara lebih baik agar lain kali kalau ada kesempatan jalan-jalan ke luar negeri lagi, sudah bisa ngobrol sama orang-orang disana.

 

Berenang

Prima minum

 

 

 

 

 

Amanda santaiBis tingkat

 

 

 

 

 

Taxi ke BandaraAmanda minum

 

 

 

 

 

 

 

SkyTrainPrima minum Merlion 

 

 

 

 

Public TelephoneScience Centre

 

 

 

 

 

Amanda minum MerlionOrchard Grant Court

 

 

 

 

 

 

 

 

15 August 2007

Kawah Putih, Ciwidey

Filed under: Jalan-jalan
Amanda di Kawah PutihPrima di Kawah Putih
 
Dari Obyek Wisata Jatiluhur, kami memutuskan untuk ke Bandung. Tapi saat memulai perjalanan kami tetap belum tahu kemana tepatnya tujuan kami di Bandung. Untuk itu Mama sibuk menelpon ke sana kemari, meminta rekomendasi dari sanak saudara. Alhasil, Akih, nama panggilan kakek dari Amanda & Prima menyarankan ke Situ Patenggang, Pangalengan ataupun Ciwidey.
 
Begitu sampai Tol kota Bandung, Papa mengarahkan mobilnya ke Bandung Selatan, dan keluar di Pintu Tol Moh. Toha. Kami kemudian mengarah ke kota Banjaran. Setelah 2 jam perjalanan sejak berangkat dari Jatiluhur, Prima mulai ribut karena perjalanan jauh dan tidak sampai-sampai. Kebetulan sudah saatnya waktu makan siang, kami mampir ke restoran Padang yang terletak setelah pasar Banjaran, pas sebelum pertigaan (kiri ke Pangalengan, terus ke Ciwidey).
 
Setelah makan, kami melanjutkan perjalanan dan beristirahat di sebuah Pom Bensin sambil numpang Sholat Dhuhur jama’ bersama Ashar, dan bertanya-tanya tentang arah ke Ciwidey. Menurut petugas Pom Bensin, ternyata kota Ciwidey masih jauh dan setelah itu baru ada beberapa obyek wisata seperti: memetik buah Strawberry, Kawah Putih dan pemandian air panas.
 
Karena perjalanan cukup lama, Prima mulai ribut lagi karena belum sampai tujuan juga. Selama perjalanan menanjak, kami lihat kiri-kanan banyak perkebunan Arbei, tapi sayang semua buahnya sudah habis karena mungkin seluruhnya sudah dipetik oleh pengunjung hari minggu kemarin. Mungkin pula karena sekarang hari senin, maka jalan yang sempit tersebut tidak macet.
 
Akhirnya jalan terang mulai tampak, ada petunjuk belok kiri ke kawah putih dan terus ke pemandian air panas. Kami memutuskan ke kawah putih saja karena lebih dekat. Hanya sekitar 15 menit perjalanan, sampailah kami di parkiran mobil. Saat itu cuaca cerah, tapi Papa tetap menyuruh kami memakai jaket tebal karena cuaca di gunung seringkali berubah secara drastis.
 
Ternyata kawah putih berada tidak jauh dari tempat parkir, dan Subhanallah………… Indah sekali…!!! Betul-betul seperti di alam mimpi, seperti di taman Jepang dengan kolam yang ada kabut mengambang di atasnya. Whuaaahhhh……. letih dan penat selama perjalanan jauh, lenyap seketika.
 
Segera kami bermain dan berpotret ria, juga sempat mengelilingi kawah 1/4 putaran. Juga kami lihat ada pasangan calon pengantin yang mengambil foto di lokasi ini, ya, karena tempat ini sangat indah. Sukar dilukiskan dengan kata-kata karena memang kata Papa sangat jarang ada tempat seperti ini. 
 
Satu jam berlalu, cukuplah bagi kami untuk memutuskan melanjutkan perjalanan kembali ke Bandung. Lumayan berat hati untuk meninggalkan tempat seindah ini, apalagi terbayang perjalanan jauh melelahkan kembali ke kota Bandung.
 
Perjalanan ke Bandung menempuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Hotel Bandung, termasuk mampir makan malam di restoran Padang di jalan Moh. Toha sekaligus menyempatkan diri untuk Sholat Maghrib.
 
Silahkan buka "comments" dibawah ini untuk melihat Video Streaming…….. 

Obyek Wisata Jatiluhur

Filed under: Jalan-jalan

Bendungan JatiluhurTurbin Jatiluhur

Minggu kedua liburan sekolah, atau tepatnya tanggal 9 Juli 2007, kami sekeluarga telah mempersiapkan koper dan barang-barang lainnya ke dalam bagasi mobil. Tujuannya, obyek wisata Jatiluhur emoticon. Tujuan selanjutnya? Belum tahu…… emoticon. Mengapa kami memilih Jatiluhur? Karena Gurunya Amanda sering bercerita di depan kelas tentang keindahan alam obyek wisata Jatiluhur.

Jam 7 pagi kami mulai berangkat dari Pintu Tol Bekasi Barat, melalui Tol Cipularang dan kemudian keluar dari Pintu Tol Jatiluhur. Petunjuk ke arah lokasi cukup jelas, tapi ada 2 pertigaan yang cukup membingungkan kami. Setelah bertanya sana-sini, akhirnya tibalah kami di Jatiluhur.

Benar juga, pemandangan alamnya sangat indah. Tapi yang mengherankan, tempat ini sangat sepi pada liburan sekolah minggu kedua. Padahal katanya minggu lalu sangat ramai. Warung-warung disepanjang pinggiran danaupun banyak yang tutup. Rencananya sih kami ingin mengelilingi danau, tapi ternyata kami harus kembali ke tempat semula karena terhambat oleh kemacetan pasar, entah pasar apa namanya……..

Sesekali kami berhenti untuk parkir dan mampir ke pinggir danau, dan biasanya kami didatangi oleh tukang perahu yang menawarkan penyewaan perahu tsb. Tapi berhubung penawarannya cukup mahal, Rp. 60.000,-, kami memutuskan untuk tidak naik perahu. Mungkin karena sepi pengunjung, saya dengar tukang perahu tsb akhirnya menawarkan Rp. 30.000,- ke calon penumpang lainnya.

Setelah itu Papa mengajak kami mengunjungi Turbin. Aku sendiri tidak tahu apa yang dimaksud dengan Turbin, pokoknya kata Papa bahwa Turbin adalah pembangkit tenaga listrik untuk penerangat rumah kita, termasuk untuk nonton TV.

Sebenarnya tempat tersebut tidak dapat dimasuki oleh umum, kecuali yang telah membawa surat izin. Tapi setelah Papa menanyakan bagaimana cara masuk ke sana, mereka mempersilahkan kami masuk dengan membayar Rp. 30.000,- tanpa karcis.

Saat mobil kami perlahan menyusuri puncak dinding tanggul yang sangat tinggi, sebenarnya ada sedikit rasa waswas karena takut kalau-kalau tanggul ini jebol. Tapi karena Papa & Mama tenang-tenang saja, hatipun mulai tenang. Kami sempat menengok ke dalam lubang turbin yang sangat besar, tapi sayang sekali karena saat itu turbin sedang tidak bekerja sehingga tidak terdengar suara gemuruh seperti yang diceritakan oleh Ibu Guru.

Tepat jam 10 pagi, kami merasa cukup puas menikmati pemandangan alam, dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung, atas permintaan Prima. Juga karena posisi kami sudah lebih dekat ke arah Bandung daripada kembali lagi ke Jakarta.

12 May 2007

Gunung Tangkuban Perahu

Filed under: Jalan-jalan

Naik kudaNaik Kuda 2

Tanggal 20 April 2007, Amanda & Prima jalan-jalan ke Gunung Tangkuban Perahu. Sebenarnya pergi kesana tidak direncanakan sama sekali. Pokoknya, waktu lagi makan pagi di Hotel Geger Kalong Asri Bandung, Amanda bilang ingin naik gunung…. eh Papa langsung aja ngajakin pergi ke gunung Tangkuban Perahu. Aku sih senang aja, terbayang lagu "Naik-naik ke Puncak Gunung"……

Tapi ternyata naik gunung itu tidak sulit, tinggal naik mobil kurang dari satu jam, eh sudah sampai di puncak gunung. Juga sesuai dengan lagunya, memang di kiri-kanan banyak pohon cemara (kata Papa itu pohon Pinus).

Sayangnya di puncak gunung hujan terus, untung di mobil ada payung. Amanda, Prima dan Mama saja yang pakai payung, sedangkan Papa enggak kebagian.

Pas hujan reda dikit, Papa & Mama ngajakin Amanda & Prima untuk naik kuda berdua. Ya udah, kita sih naik aja. Tapi yang sibuk papa, berlari bersama kuda untuk ambil gambar melalui kamera atau handycam.

Karena udara dingin banget, sampai-sampai kalau kita berbicara keluar asap dari mulut kami. Juga sering banget kabut turun sehingga penglihatan terbatas. Kata Mama, kabut itu sama dengan awan, jadi Amanda & Prima pernah ngerasain memegang awan, dan sebagian awan ada yang dimasukan ke dalam botol Aqua sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta.