Apakah Anda tahu bahwa;
- Makanan
- Stress
- Kegemukan
Dapat menyebabkan: Diabetes, Tekanan Darah Tinggi, Hypercholesterol, Trigliserid - High, Uric acid - high, dsb?
Yang ujung-ujungnya dapat menyebabkan:
- Serangan Jantung
- By Pass Jantung
- Stroke
- Kanker
- dsb ?
Apakah Anda mempunyai anggota keluarga atau teman-teman yang menderita karena penyakit-penyakit tsb? Jika ada, apa penyakitnya dan pada umur berapa?
Apakah Anda setuju bahwa penyakit-penyakit tsb di atas bisa menyerang siapa saja, kapan saja, pada usia berapa saja?
Diluar sana, banyak orang yang berumur 25 tahun ke atas, menikah, mempunyai 1-2 orang anak, dengan penghasilan kurang dari Rp. 20 juta/bulan. Jika dalam kurun waktu 30 tahun, salah satu anggota keluarga mereka terkena serangan penyakit tsb di atas, dan saat itu Dokter meminta mereka biaya sebesar Rp. 500 juta, Apakah mereka siap?
Sebagai jalan pintas untuk mendapatkan uang tunai, biasanya mereka:
- Menjual Aset (Rumah, Mobil, Motor, Perhiasan, dsb)
- Meminjam (tanpa bunga ataupun dengan bunga yang mencekik leher)
- Memohon bantuan dana dari keluarga & kerabat
Jika biaya sekarang saja sudah Rp. 500 juta, berapa lagi biayanya untuk 5 tahun mendatang? 10 tahun? 15 tahun mendatang? dst….. Apakah mereka siap? Apa yang harus mereka lakukan? ***pusing***
Dulu, orang menabung sebesar Rp. 25 ribu/hari, dibutuhkan waktu lebih dari 50 tahun untuk mencapai Rp. 500 juta. Andaikan saja, sudah terkumpul uang tabungan sebesar Rp. 500 juta, tapi tiba-tiba Dokter meminta Anda untuk membayar Rp. 500 juta, problem tidak? Uang tabungan Anda akan habis seketika!!! Padahal tabungan tsb bukan untuk membayar Dokter, tapi untuk mencapai impian Anda seperti: Menyekolahkan Anak, Membeli Rumah/Mobil, Jalan-jalan selama liburan, dsb……..
Sekarang ada TAPRO dari Allianz
Menabung saja di TAPRO (Tabungan Proteksi), misalkan Rp. 25 ribu/hari atau Rp. 750 ribu/bulan.
Jika selama masa menabung di TAPRO, pemegang polis usia < 70 tahun terkena salah satu dari 49 jenis penyakit kritis (Critical Illness) sbb:
- Serangan Jantung Pertama
- Stroke
- Operasi Jantung Koroner
- Operasi Penggantian Katup Jantung
- Kanker
- Gagal Ginjal
- Kelumpuhan
- Multiple Sclerosis
- Transplantasi Organ Vital Tubuh
- Penyakit Alzheimer / Gangguan Otak Organik
- Koma
- Penyakit Parkinson
- Terminal Illness
- Penyakit Paru-Paru Kronis / Tahap akhir
- Penyakit Hati Kronis
- Penyakit Motor Neuron
- Muscular Dystrophy
- Anemia Aplastis
- Operasi Pembuluh Aorta
- Hepatitis Fulminant
- Pulmonary Arterial Hypertension Primer
- Meningitis Bakteri
- Tumor Otak Jinak
- Radang Otak
- Luka Bakar
- Poliomyeliitis
- Trauma Kepala Serius
- Apallic Syndrome
- Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
- Angioplasti dan penatalksanaan invansif lainnya untuk penyakit Jantung Koroner
- Lupus Eriteratosus Sistemik
- HIV yang didapatkan melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
- Tuli (hilangnya fungsi indra pendengaran)
- Bisu (kehilangan kemampuan berbicara)
- Kebutaan
- Skleroderma progresif
- Penyakit Kista Medullary
- Cardiomyopathy
- Aneurisma Pembuluh Darah Otak yg memerlukan pembedahan
- Terputusnya akar-akar syaraf Plexus Brachialis
- Stroke yg memerlukan operasi arteri carotid
- Operasi Scoliosis Idiopatik
- Pankreatitis menahun & berulang
- Penyakit Kaki Gajah kronis
- Hilangnya kemandirian hidup
- Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)
- Rheumatoid Arthritis berat
- Colitis Ulcerative Berat (Cronh’s disease)
- Penyakit Kawasaki yg mengakibatkan komplikasi pada Jantung
Maka pemegang polis akan diberikan uang santunan tunai sebesar Rp. 500 juta !!!
Dan sejak saat itu, pemegang Polis akan dibebaskan dari pembayaran Premi sampai usia 65 tahun! Bukan itu saja, Allianz yang akan melanjutkan pembayaran Premi pemegang polis tsb sampai usia 65 tahun! Artinya, Allianz yang akan melanjutkan tabungan rutin pemegang polis tsb sampai usia 65 tahun! Hebat kan?
Cerita belum selesai, masih ada manfaat lainnya yang akan didapat pemegang polis Tapro, antara lain:
- (Optional) Santunan Rawat Inap (Flexi Care), minimal 1x24 jam, maksimal 180 hari/penyakit/tahun. Usia < 65 tahun: 5 unit @ Rp. 100 ribu
- Santunan Tunai terhadap Kecelakaan (Accident Death & Disabillity / ADDB). Usia < 65 tahun: Rp. 500 juta
- Santunan Tunai terhadap Cacat Total Tetap (Total Permanent Disability / TPD). Usia < 65 tahun: Rp. 500 juta
- Meninggal (New Flexi Account) - Pertanggungan Seumur Hidup: Rp. 500 juta –> diberikan kepada ahli waris
- Pengembalian Uang Tunai, sesuai dengan Nilai Investasi yang ditabungkan, pada usia 65 tahun
Total benefit yang akan didapat sekitar Rp. 1,5 Milyar, jika menabung di TAPRO Allianz. Bandingkan jika menabung di Tabungan biasa, butuh waktu lebih dari 150 tahun untuk mencapat Rp. 1,5 M dengan menabung sebanyak Rp. 25 ribu / hari.
Apa yang Anda sarankan untuk keluarga dan kerabat yang Anda cintai? Menabung secara konvensional atau menabung di TAPRO Allianz? Mengapa?
Adalah terlalu BERAT dan MENYAKITKAN jika Anda bertindak sebagai perusahaan asuransi bagi diri Anda sendiri maupun Keluarga yang Anda cintai. Contoh, sebenarnya tanpa sadar Anda telah menjadi perusahaan asuransi bagi keluarga Anda. Misalkan Anak Anda sakit dan perlu dirawat di rumah sakit, Andalah yang akan menanggungnya!
Jadi, pilih mana?
- Anda bertindak sebagai perusahaan asuransi dengan menabung secara konvensional?
- Atau Anda menabung di TAPRO Allianz?
Silahkan direnungkan……………………….
Sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, segeralah menabung di TAPRO Allianz mulai dari Rp. 300 ribu/bulan. Tunggu apa lagi?
Untuk informasi lebih lanjut dan untuk mengundang Agent kami ke tempat Anda, silahkan kirim email ke: tapro.allianz@gmail.com
**************
Juga tersedia:
- TAPRO Syariah, sama persis dengan TAPRO tsb diatas, tapi dengan pengelolaan secara Syariah
- TAPRO Family (Syariah & Non-Syariah), melindungi salah satu atau seluruh anggota keluarga inti yang ada hubungan darah (Ayah, Ibu, Anak1, Anak2, dst, Orang Tua, Mertua). Benefit yang didapat antara lain, jika salah satu anggota keluarga terkena salah satu dari 49 penyakit kritis, maka seluruh anggota keluarga yang ikut TAPRO Family akan BEBAS PREMI & premi lanjutan akan DITABUNGKAN OLEH ALLIANZ sampai orang tsb berusia 65 tahun



Apakah anda pernah mengalami dikejar kejar Agen Asuransi Jiwa? saya kira sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami hal ini, apalagi 5 tahun terakhir perkembangan asuransi jiwa di tanah air cukup pesat, agent agent juga bertambah banyak dan tersebar merata hampir diseluruh daerah, saudara anda, tetangga anda atau tidak menutup kemungkinan jangan jangan anda adalah seorang agen asuransijiwa he…
Dalam artikel kali ini saya mau sharing pengalaman saya dikejar oleh agen asuransi jiwa, waktu itu saya masih kerja sebagai accounting diperusahaan distributor consumer goods di pekanbaru, sekitar tahun 2002 salah satu perusahaan asuransi jiwa gencar melakukan promosi dengan menyewa stand stand di gramedia, kantor pos, plaza plaza (waktu itu belum ada mal), dan tempat publik lainnya, disetiap stand mereka menempatkan 5-10 orang.
Karena pekerjaan hampir setiap minggu saya harus mengirim paket dokumen kejakarta melalui kantor pos yang dekat dengan kantor saya tersebut, jadi setiap minggu juga saya harus bertemu dan dikejar kejar oleh agent asuransi yang “agresif”, sehingga sering saya malas untuk pergi kekantor pos dan lebih memilih menitipkan paket kepada sopir atau office boy saja he… karena sudah tidak ada lagi alasan untuk menolak penawaran mereka. kadang jalan jalan di plaza atau sekedar mampir digramedia juga “diganggu” oleh mereka, sehingga saya sering menjawab “sudah punya” agar tidak “diganggu”.
Sampai suatu hari saya menerima telepon dari seorang yang mengaku sebagai marketing kartu kredit, dan waktu itu karena saya memang belum punya kartu kredit maka saya pun tertarik dan membuat janji temu di kantor saya untuk mendengarkan presentasinya, lalu saya mengumpulkan beberapa teman teman kantor yang berminat.
Pada hari H sang marketing datang dengan 2 orang partnernya, ketika memulai presentasi sang marketing malah menawarkan produk asuransi jiwa, lho kenapa jadi begini? saya kecewa karena merasa dibohongi dan juga jadi ngak enak dengan teman teman, karena perasaan kecewa ini secara pribadi saya mulai menutup diri dan tidak peduli dengan presentasi mereka.
Sampai akhirnya mereka menanyakan bagaimana produk kami pak? dalam hati saya berkata tidak peduli, saya sudah dibohongi. lalu mungkin karena merasa tidak ditanggapi, mereka minta maaf dan ingin mengulangi presentasi dari awal, lalu kami bilang percuma saja, kami selama ini sudah sering dan bosan di kejar oleh agen asuransi jiwa seperti anda.
Tapi sang marketing cukup tangguh dan terlatih dia meng-iyakan kami kemudian mengatakan kata kata kurang lebih seperti ini: “memang benar dan saya yakin bapak telah mengatakan hal sebenarnya, bapak sering dikejar oleh agent agent asuransi jiwa tapi disaat yang sama apakah bapak bapak sadar kalo kematian juga sedang mengejar bapak?, begitu kematian mendapatkan anda tidak akan ada lagi agent yang akan mengejar bapak, kan lebih baik kami yang mendapatkan bapak terlebih dahulu sebelum kematian yang mendapatkan bapak“
Dorrrrrrr… seperti disambar petir disiang bolong, kata kata sang marketing perlahan lahan meresap dalam hati, pikiran dan tenggorokan membuat saya tidak berani menelan ludah yang sudah menyangkut dikerongkongan, Pyaaaaar… akhirnya saya menemukan dan mendapatkan jawaban kerisauan dan pertanyaan saya selama ini, dengan gaji saya pada waktu itu kalo saya harus menghadapi kematian, apa yang bisa saya tinggalkan kepada Orang Tua saya yang selama ini telah membesarkan dan menaruh harapan yang besar pada saya? apakah saya cukup berbakti jika harus meninggalkan mereka pada saat saya belum sukses dan belum membahagiakan mereka? tapi apa saya bisa mengelak jika seandainya saat ini juga saya harus meninggalkan mereka semua?
Akhirnya kami ber empat masing masing membeli polis dari mereka, saya pribadi membeli untuk uang pertanggungan sebesar 120 juta rupiah sesuai dengan kebutuhan saya pada waktu itu, sampai saat artikel ini ditulis polis saya sudah berjalan kurang lebih 7 tahun, memang sempat ada kesulitan pembayaran polis ketika berhenti kerja tahun 2005 dan sempat terpikir untuk menutup polis tapi karena berbagai pertimbangan dan dengan susah payah akhirnya saya bisa meneruskannya sampai hari ini
Selamat untuk agen yang telah “membohongi” kami, dan saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada mereka yang telah berhasil meyakinkan kami akan pentingnya asuransi jiwa, sehingga saya merasakan “absolutely peace of mind“.
Comment by Wahyu Gunawan — 21 November 2009 @ 7:51 pm