17 May 2007


Amanda terpilih menjadi Dokter Kecil, dan sekaligus juga menjadi anggota PMR Mula Jakarta Timur.
Tugas Dokter Kecil adalah mengobati teman yang sakit ringan (Capai, Pusing, Muntah, Jatuh) dan menemani mereka istirahat di ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah).
Pelantikan diadakan di sekolah, setelah 1 minggu sebelumnya Amanda ikut Camping selama 1 malam di Cibubur mengikuti latihan PMR Mula.
13 May 2007
Prima Juara I Lomba Busana Daerah
, dalam rangka memperingati hari Kartini di Play Group.
Prima memakai pakaian adat Yogyakarta, dan ternyata pandai berjalan di panggung sesuai arahan Ibu Guru. Makanya penampilan Prima paling bagus dan bisa dapat juara I. Terlihat bahwa Prima begitu percaya diri dan menikmati penampilannya. 

Ini kucing kami, namanya "Black Sweet". Dulu kucing ini kami temukan ada di dekat rumah, tapi tidak tahu dimana orang-tuanya. Awalnya lucu banget, hitam+putih bersih. Tapi anak-anak tetangga yang nakal-nakal suka iseng, rambutnya dicat pakai cat rambut warna coklat, dan kakinya yang putih bersih di-pilox pakai warna biru. Alhasil, ini adalah kucing belang 4 (hitam, putih, coklat, biru). Sudah berbagai usaha kami lakukan untuk menghapus cat tsb, namun hasilnya malah bulu Black Sweet malahan jadi agak kecoklatan.
Awalnya kucing ini termasuk bodoh, karena sewaktu bayi, jika ada mobil atau motor yang lewat malahan dia dekati. Jadi beberapa kali Black Sweet hampir tergilas, jika saja para pengendara tidak hati-hati.
Namun ada perkembangan yang cukup baik selama Black Sweet ada di rumah kami, yaitu tidak ada lagi Tikus di halaman belakang, dan Kabel Busi mobil kami tidak pernah lagi digigit tikus. Sebelumnya, hampir setiap bulan Papa selalu ganti kabel busi mobil.
Sekarang Black Sweet sudah menjadi bagian dari kehidupan keluarga kami, terutama dengan setia menjaga rumah selama kami sekeluarga menginap di rumah sakit.

Kompak…!!! Amanda & Prima sama-sama kena demam berdarah dan dirawat di RSIA Anna.
Ceritanya tgl. 30 April 2007 (Senin) suhu badan Amanda & Prima mulai panas. Kemudian Mama kasih Panadol penurun panas. Tapi sampai hari Rabu (2 Mei 2007) panas badannya belum turun juga, segera Amanda & Prima dibawa Papa & Mama ke RSIA Anna. Kata dokter anak disana (Dr. Denny SpA), Amanda & Prima cuma kena radang tenggorokan, karena kebetulan kami berdua sedang batuk. Besoknya panas badan kami berdua sudah turun normal kembali.
Tapi Sabtu pagi (5 Mei 2007) Mama melihat ada bintik-bintik di tangan & kaki kami berdua. Kata Papa, kami harus segera dibawa ke Rumah Sakit walaupun badan tidak panas. Kami ditangani oleh Dr. Erichma SpA, yang katanya bintik-bintik tsb hanyalah alergi biasa, bukan demam berdarah karena tidak panas dan juga bukan Campak karena tidak batuk hebat.
Tapi Papa tetap ragu-ragu dan khawatir kalau ternyata demam berdarah, maklum, sekarang kan lagi musim. Akhirnya Pak Dokter memutuskan untuk periksa darah lengkap.
Satu jam kemudian, hasil tes laboratorium selesai. Hasilnya cukup mengejutkan, kami berdua diduga terkena demam berdarah & typhus! Yah, karena trombosit darah sangat rendah, akhirnya Amanda & Prima langsung rawat inap hari itu juga.
Papa & Mama segera mengurus kamar, mereka mencari apakah ada kamar yg pas berisi 2 tempat tidur. Ternyata ada, kelas I. Jadi Papa Mama bisa ikut nginap selama kami dirawat.
Hari kedua trombosit kami berdua turun lagi, baru sejak hari ketiga trombosit mulai naik, dan akhirnya hari Rabu (9 Mei 2007) kami boleh pulang ke rumah.
Mohon do’anya ya supaya kami berdua bisa segera sehat lagi……..
12 May 2007


Tanggal 20 April 2007, Amanda & Prima jalan-jalan ke Gunung Tangkuban Perahu. Sebenarnya pergi kesana tidak direncanakan sama sekali. Pokoknya, waktu lagi makan pagi di Hotel Geger Kalong Asri Bandung, Amanda bilang ingin naik gunung…. eh Papa langsung aja ngajakin pergi ke gunung Tangkuban Perahu. Aku sih senang aja, terbayang lagu "Naik-naik ke Puncak Gunung"……
Tapi ternyata naik gunung itu tidak sulit, tinggal naik mobil kurang dari satu jam, eh sudah sampai di puncak gunung. Juga sesuai dengan lagunya, memang di kiri-kanan banyak pohon cemara (kata Papa itu pohon Pinus).
Sayangnya di puncak gunung hujan terus, untung di mobil ada payung. Amanda, Prima dan Mama saja yang pakai payung, sedangkan Papa enggak kebagian.
Pas hujan reda dikit, Papa & Mama ngajakin Amanda & Prima untuk naik kuda berdua. Ya udah, kita sih naik aja. Tapi yang sibuk papa, berlari bersama kuda untuk ambil gambar melalui kamera atau handycam.
Karena udara dingin banget, sampai-sampai kalau kita berbicara keluar asap dari mulut kami. Juga sering banget kabut turun sehingga penglihatan terbatas. Kata Mama, kabut itu sama dengan awan, jadi Amanda & Prima pernah ngerasain memegang awan, dan sebagian awan ada yang dimasukan ke dalam botol Aqua sebagai oleh-oleh untuk dibawa ke Jakarta.